Kata Terlarang pada Sumpah Pemuda

Kata Terlarang pada Sumpah Pemuda

DUKUNG HUTATA πŸ‘‰ https://linktr.ee/hutata

MAU HUTATA LIVE DI KOTA MU?
Kirim proposal πŸ‘‰ hutata@pahamify.com

--------
Pahamify - Apps belajar Hutata on GooglePlay
Fitur baru πŸ‘‰ CAREER CENTER
Download πŸ‘‰ http://bit.ly/apphutata
--------

Ketika para pemuda sudah berkumpul dan mendeklarasikan persatuan, artinya, pasti ada sesuatu yang genting terjadi. Dan enggak heran kalau ada aja pihak-pihak yang tidak senang. Termasuk, pada saat, para pemuda dari berbagai organisasi kedaerahan berkumpul di Batavia pada tahun 1928. Bahkan sampai adanya larangan terhadap penggunaan SEBUAH KATA.

Wakil dari berbagai organisasi pemuda yang ada di Indonesia, di masa itu, seperti: Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan lainnya, berkumpul bersama, untuk pertama kalinya di Kongres Pemuda I, yang diadakan di Batavia pada 30 April 1926.

Meski belum ada kesepakatan apapun yang diambil, seruan-seruan kemerdekaan dan dorongan untuk bersatu mulai didengungkan oleh para pemuda, hingga membuat Belanda ketakutan. Apabila muncul kesadaran dari para pemuda: bahwa mereka tengah dipecah belah oleh Belanda melalui politik "devide et impera" dan muncul keinginan untuk bersatu, maka akan semakin sulit bagi Belanda untuk melanjutkan kekuasaannya di Indonesia.

...

Kini 91 tahun sudah berlalu, sejak Kongres Pemuda II diselenggarakan. Namun, bukan berarti tugas pemuda Indonesia sudah selesai.

Kita tetap memiliki kewajiban untuk menjaga hakikat dari Sumpah Pemuda: kita harus bangga dan terus berjuang untuk kebaikan bangsa sebagai Pemuda Indonesia.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA!

Nah, apa nih yang mau kalian lakukan untuk bangsa dan negara ini sebagai PEMUDA INDONESIA?

πŸ‘‡Tulis ya di kolom komentar di bawah yaπŸ‘‡

Sumber:

- https://elearn.id/blog/7-fakta-unik-sumpah-pemuda/
- https://www.grid.id/read/04964526/sejarah-hari-sumpah-pemuda-kata-merdeka-sempat-tak-boleh-disebutkan-dalam-kongres-pemuda-ii-28-oktober-1928?page=all
- https://news.detik.com/berita/d-4276405/ke-mana-bung-karno-dan-bung-hatta-saat-sumpah-pemuda